SPACE 2026 menunjukkan bahwa masa depan peternakan tidak hanya ditentukan oleh produktivitas, tetapi juga oleh kemampuan industri mengelola air, menghadapi perubahan iklim, menjaga kesehatan ternak, dan mengadopsi teknologi.
Memasuki area Parc-Expo de Rennes, Prancis, suasana pameran peternakan terasa berbeda dengan yang biasa ditemui di Indonesia. Suhu yang lebih sejuk pada September, area pameran yang luas, serta ramainya pengunjung dan exhibitor dari berbagai negara menjadi pemandangan yang langsung terlihat. Berbagai perusahaan, peternak, peneliti, dan pelaku industri berkumpul dalam satu kawasan yang penuh dengan aktivitas selama tiga hari penyelenggaraan.
Suasana tersebut terlihat dalam SPACE 2026 yang berlangsung pada 15–17 September 2026. Tahun ini menandai penyelenggaraan ke-40 SPACE sebagai salah satu pameran peternakan terbesar di Eropa. Setelah sukses mengakhiri rangkaian acara, SPACE mencatat sekitar 100.107 pengunjung dan 1.019 exhibitor, dengan sekitar sepertiga exhibitor berasal dari luar Prancis.
Megahnya pameran ini juga terlihat dari pembagian area yang mencakup 11 hall sektoral dan area luar ruangan seluas 16 hektare. SPACE mempertemukan berbagai sektor peternakan, mulai dari sapi, unggas, babi, domba, kambing, kelinci, hingga akuakultur. Di dalamnya juga terdapat sektor genetika dan reproduksi, nutrisi dan kesehatan hewan, peralatan dan mesin pertanian, bangunan peternakan, energi, layanan, solusi digital, dan teknologi.
Untuk perunggasan, pusat kegiatannya berada di Hall 10. Di area ini, pengunjung dapat menemukan berbagai perusahaan yang bergerak dalam produksi unggas. Sejumlah hall lain juga menampilkan sektor yang berkaitan erat dengan industri unggas. Area tersebut mencakup pakan dan nutrisi, kesehatan hewan, genetika, peralatan dan teknologi peternakan, hingga bangunan serta sistem kandang. Aktivitas di SPACE tidak hanya berlangsung di dalam hall. Area outdoor seluas 16 hektare menjadi tempat berbagai peralatan dan mesin pertanian dipamerkan.
Program SPACE juga tidak berhenti pada pameran serta kompetisi dan presentasi ternak. Penyelenggara menyiapkan lebih dari 100 konferensi selama tiga hari, kunjungan ke peternakan (farm visit), serta pertemuan bisnis antara exhibitor dan pengunjung. Di samping itu, pengunjung internasional juga mendapat akses ke International Club, serta Youth Forum sebagai ruang bagi generasi muda, pelajar, dan pelaku baru di sektor pertanian untuk bertukar pengalaman. SPACE juga menyediakan zona khusus akuakultur yang memperluas cakupan acara hingga sektor budidaya perairan.

Rangkaian kegiatan tersebut membuat SPACE bukan sekadar tempat memamerkan produk. Selama tiga hari, pameran ini menjadi ruang pertemuan antara peternak, buyer, peneliti, consultant, investor, lembaga pemerintah, hingga pelaku industri dari berbagai negara. Penyelenggara bahkan menyediakan fasilitas pertemuan business to business (B2B) agar pengunjung dapat menjadwalkan pertemuan dengan exhibitor sesuai bidang dan kebutuhannya.
Isu Air dan Perubahan Iklim Jadi Fokus Utama
Di tengah luasnya cakupan tersebut, SPACE 2026 membawa satu isu utama yang menjadi perhatian bersama, yakni air. Mengusung tema “Water, the Source of Livestock Farming!”, air ditempatkan sebagai isu strategis di tengah perubahan iklim yang semakin memengaruhi sistem produksi peternakan.
Chairman of SPACE, Didier Lucas, mengatakan bahwa sektor pertanian dan peternakan tengah menghadapi perubahan besar yang semakin dipercepat oleh perubahan iklim. “Musim panas tahun 2026 memberikan gambaran nyata tentang bagaimana masa depan pertanian nantinya. Kondisi tersebut semakin menegaskan kebutuhan untuk menjaga, mengelola, dan mengamankan sumber daya air, khususnya di wilayah Prancis Barat,” ujarnya.
Bagi sektor peternakan, air tidak hanya digunakan untuk minum hewan ternak, tetapi juga untuk membersihkan fasilitas, sanitasi, dan menjaga lingkungan kandang. Pada peternakan unggas, ketersediaan dan kualitas air berkaitan dengan konsumsi minum, sistem pemberian air, kebersihan kandang, hingga kesehatan ayam.
Karena itu, persoalan air yang dibawa ke SPACE tidak berhenti pada bagaimana menyediakan air dalam jumlah cukup, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara efisien. Hal tersebut terlihat dari pembahasan yang dibawa ke Espace for the Future, ruang khusus untuk membahas inovasi pengelolaan air yang mempertemukan testimoni peternak tentang apa yang terjadi di lapangan, lokakarya bersama pakar, serta forum diskusi yang membahas solusi untuk kondisi peternakan saat ini dan masa mendatang.










