Menghadirkan 550 perusahaan dari 20 negara serta lebih dari 20.300 pengunjung profesional dari 113 negara, VIV Select China 2026 menjadi salah satu ajang terbesar industri peternakan tahun ini
Industri peternakan global tengah memasuki fase transformasi besar. Perubahan tidak hanya terjadi pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga bagaimana industri mampu menjawab tantangan efisiensi, digitalisasi, keberlanjutan, serta kebutuhan pangan dunia yang terus meningkat.
Gambaran mengenai arah baru industri tersebut terlihat dalam penyelenggaraan VIV Select China 2026 yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center (SWEECC), Shanghai, China. Pameran internasional yang diselenggarakan oleh Globus Events dan VNU Europe ini menjadi wadah pertemuan berbagai pelaku industri peternakan, mulai dari produsen teknologi, perusahaan pakan, kesehatan hewan, peralatan peternakan, akademisi, hingga buyer internasional.
Mengusung tema “Connecting the Globe, Building a One-Stop Livestock Trade Platform”, VIV Select China 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan produk dan teknologi terbaru, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan bisnis serta pertukaran pengetahuan antarnegara. Melalui konsep feed to food, pameran ini menggambarkan keterhubungan seluruh rantai industri peternakan, mulai dari bahan baku pakan, nutrisi, kesehatan hewan, teknologi produksi, hingga pengolahan hasil ternak.
Penyelenggaraan VIV Select China di Shanghai juga memperlihatkan ambisi untuk memperkuat posisi kota tersebut sebagai salah satu pusat perdagangan dan inovasi industri peternakan global. Dengan infrastruktur bisnis internasional yang kuat, Shanghai menjadi titik temu bagi perusahaan China dengan pasar internasional.
VIV Select China 2026 Catat Pertumbuhan Rekor
Edisi 2026 menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah VIV Select China. Pameran ini mencatat luas area mencapai 50.000 meter persegi dengan menghadirkan 550 perusahaan dari 20 negara dan wilayah, meningkat 36,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Berbagai perusahaan dari negara seperti Belanda, Amerika Serikat, Denmark, Prancis, Brasil, Jerman, Italia, Turki, Korea Selatan, Malaysia, hingga India hadir membawa inovasi terbaru dalam berbagai bidang, termasuk digital aquaculture, low-carbon farming, biosecurity, serta optimalisasi nutrisi.
Dari sisi pengunjung, VIV Select China 2026 juga mencatat peningkatan signifikan. Sebanyak 20.300 profesional dari 113 negara dan wilayah menghadiri pameran ini, dengan jumlah pengunjung internasional meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan partisipasi global tersebut menunjukkan bahwa industri peternakan dunia semakin membutuhkan ruang kolaborasi lintas negara untuk menjawab tantangan bersama, mulai dari efisiensi produksi hingga pembangunan sistem pangan yang lebih baik.
Menurut Jeroen van Hooff selaku President and CEO Royal Dutch Jaarbeurs pada Rabu, (19/8), perkembangan industri peternakan membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antar pelaku industri.
“Tujuan kami dalam jaringan VIV Worldwide adalah menghubungkan pengusaha China dengan buyer internasional dan memperkenalkan China kepada dunia. Kami bangga bahwa pada edisi pertama di Shanghai, pameran ini telah berkembang lebih dari 50 persen dan kami yakin tahun depan akan menghadirkan partisipasi yang lebih besar,” ujar Jeroen.
Teknologi Digital Menjadi Wajah Baru Peternakan Masa Depan
Salah satu hal yang paling menonjol dalam VIV Select China 2026 adalah semakin kuatnya penerapan teknologi digital dalam industri peternakan. Melalui area khusus “V-AI + Smart Animal Husbandry”, VIV Select China menghadirkan lebih dari 15 perusahaan teknologi global yang memperkenalkan penerapan kecerdasan buatan dan sistem smart farming. 
Teknologi yang diperkenalkan seperti platform big data terintegrasi, sistem pemberian pakan pintar, pemantauan lingkungan kandang, hingga robot inspeksi. Menurut Caroline Hu selaku Marketing Manager Globus Events Ltd., Caroline saat diwawancarai Tim Poultry Indonesia pada Rabu, (19/8) menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini telah mengubah cara industri peternakan mengambil keputusan.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Laporan Khusus pada majalah Poultry Indonesia edisi September 2026. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2026, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.